Ramalan cuaca untuk mancing ,Cuaca buruk versi BMKG!

UMPANMANCING.NET – Cuaca di indonesia sedang memasuki masa pancaroba. Saat peralihan dari musim hujan ke musim kemarau, terjadi berbagai perubahan tekanan angin di berbagai belahan bumi. Untuk wilayah Indonesia, cuacanya saat ini dipengaruhi oleh tekanan angin yang berhembus dari benua Australia. Hembusan angin pun kecepatannya semakin bertambah. Kondisi ini merupakan siklus normal yang terjadi pada saat masa pancaroba.

Akan tetapi ada yang luar biasa dalam masa pancaroba tahun ini. Tekanan arus udara di lautan lepas sudah masuk ke dalam kategori berbahaya. Angin Topan berkecepatan antara 10-20 knot atau sekitar 18-36km/jam itu mampu membuat ombak, hingga gelombang meninggi dan mencapai ketinggian 2,5 sampai 7 meter.
Menanggapi peristiwa yang cukup serius ini Badan Metereologi dan Geofisika (BMKG) membuat himbauan untuk sementara tidak melaut bagi siapa pun yang akan beraktivitas di laut lepas atau samudra sampai dengan berita aman dirilis kembali.
Menurut badan pemantau cuaca atau BMKG, gelombang tinggi akan terus terjadi sampai dengan satu pekan ke depan (dimulai dari tanggal 9 Juni 2016).

prakiraan cuaca terkini bmkg
Prakiraan cuaca BMKG 13 Juni 2016

Berikut ini adalah titik-titik laut yang berbahaya untuk aktivitas melaut, termasuk memancing, hal ini bisa anda jadikan  Ramalan cuaca untuk mancing

Ketinggian gelombang antara 1,25-2,50 meter:
Perairan Bengkulu – Enggano, Perairan Barat Lampung, Perairan Selat Malaka, Laut Cina Selatan, Perairan Sabang – Banda Aceh, Perairan Kep. Wakatobi, Laut Sawu, Laut Banda, Perairan Kep. Sermata – Leti, Perairan P. Simeulue, Perairan Barat Kep. Nias dan Kep. Mentawai, Samudera Hindia Barat Sumatera, Selat Sunda bagian Selatan, Perairan Selatan Banten hingga Jawa Tengah, Samudera Hindia Selatan Banten hingga Selatan Jawa Tengah, Selat Makasar bagian Selatan, Perairan Baubau, Perairan Kep. Kai – Aru, dan Laut Aru.

Ketinggian gelombang lebih tinggi antara 2,5- hingga 4 meter:

Laut Timor, Perairan Kep. Babar – Tanimbar, Perairan Kep.Kai – Aru, Laut Aru, Perairan Laut Andaman, Perairan Selatan Jawa Timur hingga Selatan NTB, Laut Arafura. Dan yang paling gawat, diramalkan gelombang setinggi antara 4 sampai dengan 7 meter akan terjadi di perairan Samudera Hindia Selatan Jawa.

BACA JUGA : Hal yang Wajib paham dalam memancing

Ombak yang tinggi ini rupanya sudah menelan korban. Seperti yang dilansir dari harian Pikiran Rakyat pada Rabu 8 Juni 2016, gelombang pasang setinggi 7 meter telah menerjang di kawasan Pantai Glagah, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta. Di kawasan pesisir Pantai Selatan Jawa ini puluhan lapak pedagang terendam air laut, sehingga sekitar ratusan pedagang tidak bisa berjualan.

ramalan cuaca untuk mancing
Sementara dikutip dari Harian Lombok Post, kejadian yang tragis dialami H. Akmaluddin dan keluarganya. Ia kehilangan anak lelaki kesayangannya saat ombak setinggi 5 meter menyeret Hozinul, 10 tahun, ke tengah Lautan lepas atau samudra yang dalam.
Setelah dilakukan beberapa waktu pencarian, anak lelaki asal desa Pande Besi, Kelurahan Karang Pule, Kecamatan Sekarbela, Lombok, itu ditemukan tewas mengambang. Ayahnya, tak kuasa menahan isak tangis dan begitu terpukul atas musibah yang dialami oleh keluarganya tersebut.

H Akmaludin terpukul kehilangan anaknya. (Lombokpost.net)
H Akmaludin terpukul kehilangan anaknya. (Lombokpost.net)

BACA JUGA : Mancing Asyik di bulan Ramadhan..

Sudah saatnya kita semua harus ekstra waspada agar hal-hal dan kejadian buruk dapat diantisipasi, demi keselamatan jiwa, mentaati himbauan dan Ramalan cuaca untuk mancing versi BMKG adalah tindakan yang cukup bijaksana, sampai keadaan lebih kondusif dan masa pancaroba ini berakhir siklusnya.

(sumber : Lombok Post, spot mancing , BMKG, Pikiran Rakyat )

KOMENTAR ANDA

fourteen − nine =